Eksistensi Media Tradisional Pakkacaping Sebagai Media Penyampaian Informasi Publik di Kota Parepare
Abstract
Pakkacaping traditional media in society is displaced by the development of digital media. This study aims to determine the existence, the role of the community as a medium for delivering public information. This research is a qualitative research which uses interview and observation as tools to collect the data. The results of this research show that the existence of the traditional media is now only accepted by limited certain communities, namely generations over 40 years and over. While among millennial generations it is still unpopular and difficult to develop. The role of the community in the development of traditional medals can be seen in the appearance of Pakkacaping's cultural arts at traditional parties which are only held at certain events. The role of the government is still quite good. It can be seen from the existence of coaching in the form of giving ample spaces to art galleries to open trainings for the community. Although from a financial perspective, the government has not provided full support since this is not yet a government priority.
Keywords: tradisional media, pakkacaping, media public information
ABSTRAK
Media tradisional Pakkacaping dalam masyarakat mengalami pergeseran dengan adaya perkembangan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi, peran masyarakat sebagai media penyampai informasi publik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahasa eksistensi media tradisional yang ada sekarang segmen peminatnya masih terbatas pada masyarakat tertentu saja, dalam hal ini mereka yang berusia 40 tahun keatas. Sedangkan di kalangan milenial media tradisional ini masih belum familiar dan cukup sulit dikembangkan. Peran masyarakat di dalam pengembangan medial tradisional dapat dilihat penampilan seni budaya Pakkacaping dalam pesta-pesta adat yang hanya dilaksanakan pada even-even tertentu. Peran pemerintah masih cukup baik, hal ini dapat dilihat dari adanya pembinaan dalam bentuk pemberian ruang yang cukup luas kepada sanggar-sanggar seni untuk membuka pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Meskipun dari segi finansial, pemerintah belum memberikan support penuh mengingat ini belum menjadi prioritas pemerintah.
Kata kunci: media tradisional, pakkacaping, media informasi publik
Downloads
References
Cangara, H. (2002). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Darusman (2015). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara Dunia Ketiga. Jakarta: PT Gramedia
Dimendsi Informasi Nasional dan Peraturan Menteri Kominfo RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial.
Kanti, Wiludjeng Istidjab (2017). Wayang sebagai Media Komunikasi Tradisional dalam Diseminasi Informasi. E-journal Komunikasi Vol. 19 September 2017 Universitas Semarang
Kompasiana (2015). Kecapi dalam Perkembangannya. Diakses pada 20 Januari 2020 di halaman https://www.kompasiana.com/dita_pahebong/54f347aa745513792b6c6eb4/kecapi-dalam-perkembangannya#
Nurudin (2015). Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT Raja Garafindo Persada
Rochayat, H. & Ardianto, E. (2011). Komunikasi Pembangunan Dan Perubahan Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Salim, Agus (2006). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara.
Siregar,f., (2015). Perkembangan Seni Budaya di Era Digitalisasi. Jakarta: PT.Rajawali Press
Soedarsono. (2010). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Sudrajad (2016). Media Tradisional Sebagai Media Informasi Publik. Tesis Pasca Sarjana, Universitas Malang
Sugiyono (2013). Teknik Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif. Jakarta: PT.Alfabeta
Suprawoto. (2011). Lestarikan Tradisi Kelola Informasi, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Jakarta.
Syarifuddin (2014). Media Tradisional dalam Menerobos Media Digitalisasi. E-journal Vol.VII September 2014, Universitas Tarumanegara.
For Bahasa Indonesia can be read here: Mengakui Pernyataan Hak Cipta
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Copyright on any article is retained by the Journal
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this;
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal;
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work;
- Every accepted manuscript should be accompanied by Copyright Transfer Agreement (CTA), prior to the article publication. CTA can be downloaded here;






