Mengkaji Ulang Pola Komunikasi Pemerintah Dalam Pemberdayaan Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi

  • Nahri Idris Staf Pengajar Universitas Jambi - Mahasiswa Program Studi Komunikasi Pembangunan IPB Bogor
Keywords: Komunikasi, Pemerintah, Pemberdayaan, Suku Anak Dalam, Communications, Government, Empowerment

Abstract

Governments, especially in Jambi province has attempted to empower suku anak dalam. Empowerment is also performed by the relevant stakeholders such as NGOs / NGOs and companies. Empowerment is still less show a success rate as expected. One reason for the communication patterns that still need to be improved. The pattern of empowerment, has brought negative impacts on suku anak dalam itself, such as the lack of self ability, materialistic and lead to conflict, both internal sukuanak dalam and with outside parties. Changing patterns of communication should be done with more emphasis on cognitive aspects for the change to be more quickly achieved. In this case refers to the change in Communicators, Message, Media and Audience.
Keywords: Communications, Government, Empowerment, Suku Anak Dalam

ABSTRAK
Pemerintah khususnya di Provinsi Jambi sudah berupaya melakukan pemberdayaan terhadap suku anak dalam. Pemberdayaan juga dilakukan oleh stakeholder terkait seperti LSM/NGO dan perusahaan. Pemberdayaan yang dilakukan masih kurang menunjukkan tingkat keberhasilan seperti yang diharapkan. Salah satu penyebabnya karena pola komunikasi yang masih perlu diperbaiki. Pola pemberdayaan selama ini menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap suku anak dalam itu sendiri, seperti ketidak mandirian, materialistis dan menimbulkan konflik, baik internal suku anak dalam maupun dengan pihak luar. Perubahan pola komunikasi harus dilakukan dengan lebih menekankan aspek kognitif agar perubahan lebih cepat tercapai. Dalam hal ini perubahan merujuk kepada Komunikator, Pesan, Media, dan Khalayak.
Kata Kunci: Komunikasi, Pemerintah, Pemberdayaan, Suku Anak Dalam

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Nahri Idris, Staf Pengajar Universitas Jambi - Mahasiswa Program Studi Komunikasi Pembangunan IPB Bogor

Staf Pengajar Universitas Jambi

References

Abdullahi, M.B., dan Abdulhameed, A., 2012. An Overview of Local People's Livelihood and Biodiversity Conservation in Maladumba Lake and Forest Reserve (MLFR) Bauchi, Nigeria. Environmental Research Journal, 6(3):239-245.

Ajzen, I., 1991. The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes. 50:179-211.

Akhtar, H. dan H.P. Soetjipto. 2014. Peran Sikap dalam Memediasi Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Minimisasi Sampah pada Masyarakat Terban, Yogyakarta. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 21, No.3, November 2014: 386-392

Azwar, S. 2011. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya Edisi ke-2. Pustaka Pelajar Yogyakarta

Chambers, R. 1987. Sustainable Livelihoods, Environment and Development: Putting Poor Rural People First. IDS Discussion Paper. IDS. Brighton.

Effendy, O.I. 1985. Ilmu Komunikasi Teori dan praktek. Bandung : CV. Remaja Karya.

Giyarsih, SR. 2014. Pengentasan Kemiskinan yang Komprehensif di Bagian Wilayah Terluar Indonesia- Kasus Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 21, No.2, Juli 2014: 239-246.

Kaiser, F.G., Wolfing, S., dan Fuhrer, U., 1999. Environmental Attitude and Ecological Behaviour. J. Environ. Psychology. 19:1-19.

Koespramoedyo, D dkk. 2004. Kajian Perbandingan Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Program Pengembangan Wilayah Terpadu. Direktorat Pengembangan Kawasan Khusus dan Tertinggal BAPPENAS.

Nimmo, D. 1989. Komunikasi Politik. Komunikator, Pesan dan Media. Jalaludin Rahmat (Penyunting). Bandung (ID) : PT. Remaja Rosdakarya.

Nimmo, D. 2000. Komunikasi Politik. Khalayak dan Efek. Jalaludin Rahmat (Penyunting). Bandung (ID) : PT. Remaja Rosdakarya.

Ostrom, E., 1990. Governing the Common: The Evolution of Institution for Collective Action. Cambridge University Press, New York

Pattiselanno, F., 2008. Man-wildlife Interaction: Understanding the Concept of Conservation Ethics in Papua. Tigerpaper, 35(4):10-12.

Pattiselano, F, J. Manusawai, AYS Arobaya dan H. Manusawai. 2015. Pengelolaan dan Konservasi Satwa Berbasis Kearifan Tradisional di Papua. Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol. 22, No.1, Maret 2015: 106-112

Rinaldi, A. 2013. Upaya Pembinaan dan Pemberdayaan Suku Anak Dalam Jambi. Internet. Diakses 04-12-2016. Tersedia pada : http://kerincitime.co.id/upaya-pembinaan-dan-pemberdayaan-suku-anak-dalam-jambi.html

Salosa, SD, SA Awang, P. Suryanto dan RH Purwanto. 2014. Hutan dalam Kehiduan Masyarakat Hatam di Lingkungan Cagar Alam Pegunungan Arpak. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 21, No.3, November 2014: 349-355

Safitri, M.A., 2013. Keniscayaan Trans- disiplinaritas dalam Studi Sosio-Legal terhadap Hutan Hukum dan Masyarakat, dlam: Kartodihardjo H, (ed), Kembali ke Jalan Lurus. Kritik Penggunaan Ilmu dan Praktek Kehutanan Indonesia. Forci Development, Bogor.

Uphoff, N., 1986. Local Institutional Development: Analytical Sourcebook with Cases. Kumarian Press, New York.

Vallino, E., 2014. The Tragedy of The Park: An Agent-Based Model of Endogenous and Exogenous Institutions for Forest Management. Ecology and Society, 19(1):35- 54.

Published
2017-06-21
How to Cite
Idris, N. (2017). Mengkaji Ulang Pola Komunikasi Pemerintah Dalam Pemberdayaan Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 21(1), 37-48. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v21i1.54