Indonesia dalam Film Balibo Five

  • Nalal Muna Polytechnic of APP Jakarta
Keywords: Indonesia, Balibo Five, Respresentative, Respresentatif, Semiotika, Semiotics

Abstract

Indonesia is described as cold-blooded, brutal, sadistic, cruel and inhumanity like a monster in Australian film, Balibo Five. This research aims to describe the representation of Indonesian in cinematography package and to find the dominant ideology. Semiotic is used to answer these objectives by observing three level of signs e.g. reality, representations and ideology. The result shows that there are some forms of violation which committed by Indonesian special forces troops such as assassination, torture, persecution and other cruel and human degrading treatment that violate human rights and accused them as war criminal. In addition, dominant ideology which operates is in form of demonization, dehumanization and sentiment towards Indonesia. Based on the result, this film become propaganda which potentially influence its viewer the spirit of anti-Indonesia especially amongst Australian to sympathize and uphold justice for the victims.
Keywords: indonesia, balibo five, film, representation, semiotics

ABSTRAK
Indonesia dalam film Balibo Five digambarkan sebagai yang kejam, brutal dan tidak manusiawi seperti sosok monster. Penelitian ini mengungkap penggambaran Indonesia dan makna di balik penggambaran sinematografi film. Analisis semiotika digunakan untuk membaca tanda-tanda sinematografi yang menyusun film tersebut dengan melihat pada tigal level tanda yakni level reality, representations dan ideology. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Balibo Five banyak sekali menonjolkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh tentara Indonesia seperti pembunuhan, penyiksaan, penganiayaan dan lain sebagainya yang merujuk pada pelanggaran HAM dan kejahatan perang. Dominan ditampilkan dalam bentuk penyerupaan terhadap setan, merendahkan martabat manusia dan penyebaran kebencian. Ini merupakan media propaganda anti-Indonesia yang menyulut sentimen terhadap Indonesia serta mempengaruhi warga Australia agar bersimpati dan berpartisipasi untuk menegakkan keadilan terhadap para korban tersebut.
Kata kunci : indonesia, balibo five, film, representasi, semiotika

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Nalal Muna, Polytechnic of APP Jakarta
Sekretaris Program Studi Manajemen Pemasaran Politeknik APP Jakarta

References

Assyaukanie, L. 2005. Demonisasi. Dapat diakses di http://islamlib.com/gagasan/demonisasi/

BBC Indonesia. 2014. Australia hentikan penyelidikan kasus 'Balibo Five'. Dapat diakses di http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/10/141021_balibo

Cousins, S. 2005. National Identity. National Centre for Australian Studies. Monash University

Croteau, David dan Hoynes, William. 2000. Media Society: Industries, Images and Audiences. Thousand Oaks: Pine Forge Press

Dormann, K. 2003. The legal situation of unlawful/unpriviledge combatants. RICR Mars IRRC March 2013 Vol. 85 No. 849

Endraswara, Suwrdi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo

Fiske, Jhon. 2011. Television Culture. London : Routledge

Glover, J. 1999. Humanity: A Moral History of The Twentieth Century. United States: Yale University Press

Harahap, I., M. 2008. Tinjauan Yuridis Mengenai Kejahatan Kemanusiaan dalam KUHP dan Luar KUHP. Universitas Sumatera Utara

Hill, H.M., Kacasungkana, N., Rodrigues, N., Soares, A.J. 2000. Gerakan Pembebasan Nasional Timor Lorosae. Yayasan HAK dan Sahe Liberation

Hogan, M.J. 1992. The End of the Cold War Its Meaning and Implications. Cambridge University Press

Holsti, K.J. dan Azhary, M.T. 1988. Politik Internasional Kerangka untuk Analisis (edisi keempat). Jakarta: Erlangga

Jufry, Muhammad. 1994. Apresiasi Film Indonesia. Jakarta : Dewan film Nasional

Lacewing, M. 2010. Just War Theory. New York: Routledge

Leifer, M. 1989. Politik Luar Negeri Indonesia. Jakarta : Gramedia

Nasution, D. 1991. Politik Internasional: Konsep dan Teori. Jakarta: Erlangga

Perry, B. 2001. In The Name of Hate: Understanding Hate Crimes. New York: Routledge

Piliang, Y.A. 2004. Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Posmodernisme. Bandung: Mizan

Pipes, R. 2003. Communism: A History (Modern Library Chronicles). New York: Random House

Pitaloka, R.D. 2004. Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat. Yogyakarta: Galang Press

Puls, K., E.. Grimes, D., Hamilton, T., Jensen, E., O'Brien, W., Swansiger, R., dan Wollschlaeger, D. 2005. Law War of Handbook. Virginia: International and Operational Law Department

Quatler, T.H. 2011. Propaganda And Psychological Warfare. England: Literary Licensing

Rayner, Philip. 2001. Media Studies: The Essential Introduction. Canada : Routledge

Sujatmoko, Andrey. 2005. Tanggung Jawab Negara Atas Pelanggaran Berat HAM: Indonesia, Timor Leste dan Lainnya. Jakarta: PT. Grasindo

Santoso, T. 2001. Kekuasaan dan Kekerasan dalam Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. Universitas Airlangga Surabaya

Sobur, Alex. 2003. Semiotika Komunikasi. Bandung: Rosda Karya

Tempo. 2009. Percuma Melarang Hantu Balibo. Tempo No. 3842/7-13 Desember 2009

Tempo. 2009. BALIBO Antara Film dan Realita. Tempo No. 3842/7-13 Desember 2009

Tempo. 2009. Pelarangan Izin Tayang Balibo. Tempo No. 3842/7-13 Desember 2009

Wagiman, W. 2010. Hukum Humaniter dan Hak Asasi Manusia Seri Bahan Bacaan Kursus HAM untuk Pengacara X Tahun 2005

Wood, R.S. 2000. Psychological Warfare and The Majestic Documents Little Evidence of Deception. Dapat diakses di http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/esp_sociopol_mj12_27.htm

Yanay, N. 2002. Understanding Collective Hatred. Analyses of Social Issues and Public Policy: Department of Behavioral Sciences. Ben Gurion University, Beer Sheva, Israel.

Published
2017-06-20
How to Cite
Muna, N. (2017). Indonesia dalam Film Balibo Five. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 21(1), 1-19. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v21i1.52