STRATEGI WARGA DESA MELAWAN STIGMA DENGAN MEDIA SOSIAL

  • Edi Santoso FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman
  • Shinta Prastyanti Universitas Jenderal Soedirman
Keywords: Grinting, Desa Pengemis, Stigma, Branding, Media Sosial

Abstract

Stigma ‘Desa Pengemis’ seolah melekat pada Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Desa ini dianggap sebagai tempat asal para pengemis di berbagai kota besar. Sebuah sebutan yang telah menjadi bagian dari memori kolektif warga, sehingga memunculkan kerisauan bersama. Kehadiran media sosial memberikan peluang bagi Warga Grinting untuk memberikan klarifikasi kepada khalayak luas bahwa desa mereka jauh dari apa yang dipersangkakan, terutama menilik dari berbagai kemajuan desa saat ini. Penelitian ini menggambarkan dan menganalisis sebuah praktik pembangunan citra sebuah desa untuk membalikkan stigma yang ditujukan kepada mereka melalui aktivitas di media sosial. Dengan pendekatan kualitatif, pengambilan data dilakukan melalui (1) analisis isi media, (2) wawancara mendalam, dan (3) diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan sebuah kesadaran warga untuk merubah strategi pencitraan, dari reaktif menjadi proaktif-positif. Media sosial menjadi peluang bagi mereka untuk bersuara. Mereka berupaya menampilkan segala sisi positif desa untuk membalikkan citra sebagai desa pengemis. Mereka memiliki modal untuk melakukannya, yang didukung oleh realitas virtual dan faktual. Realitas faktual menunjukkan banyaknya pegiat media sosial dari Desa Grinting yang aktif dengan akun-akun yang berpengaruh. Sementara realitas faktual menunjukkan modal sosial yang kuat sebagai bahan pemberitaan (content sources). Realitas struktural—bahwa kegiatan pencitraan belum terkelola secara rapi dan terencana menjadi tantangan bagi mereka untuk mewujudkan citra Grinting sebagai desa yang dirindukan (ngangeni), sebagai ganti citra ‘Desa Pengemis’.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acuti, D., Mazzoli, V., Donvito, R., & Chan, P. (2018). An instagram content analysis for city branding in London and Florence. Journal of Global Fashion Marketing, 9(3), 185–204. https://doi.org/10.1080/20932685.2018.1463859
Andari, B., Suprayitno, H., Bisnis, P. A., Balitar, U. I., Manajemen, P., Ekonomi, F., & Balitar, U. I. (2020). The branding strategy of tanjungsari batok tourism village in blitar city as a tourist destination 1. 5(2), 39–47.
Camiciottoli, B. C., Ranfagni, S., & Guercini, S. (2014). Exploring brand associations: An innovative methodological approach. European Journal of Marketing, 48(5–6), 1092–1112. https://doi.org/10.1108/EJM-12-2011-0770
Dinnie, K. (2004). Place branding: overview of an emerging literature. Place Branding and Public Diplomacy, 1(1), 106–110.
Grinting.id. (2019a). Menghina Desa Grinting Nuri Na Alias Nurul Atikoh Harus Meminta Ma’af Kepada Masyarakat Desa Grinting.
Grinting.id. (2019b). Menghina Desa Grinting Nuri Na Alias Nurul Atikoh Harus Meminta Ma’af Kepada Masyarakat Desa Grinting. Grinting.Id. https://www.grinting.id/2019/08/menghinadesa-grinting-nuri-na-alias.html
Hanna, S. and Rowley, J. (2008). An analysis of terminology use in place branding. Place Branding and Public Diplomacy, 4(1), 61–75.
Hapsari, I. (2012). Ini Dia Kampung Penghasil Pengemis, Dimanakah? Republika.Co.Id. https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/08/11/m8ka35-ini-dia-kampung-penghasil-pengemis-dimanakah-2
Holt, D. (2016). Branding in the Age of Social Media. Harvard Business Review. https://hbr.org/2016/03/branding-in-the-age-of-social-media
Hudson, S., Cárdenas, D., Meng, F., & Thal, K. (2017). Building a place brand from the bottom up: A case study from the United States. Journal of Vacation Marketing, 23(4), 365–377. https://doi.org/10.1177/1356766716649228
Kavaratzis, M. and Ashworth, G. J. (2006). City branding: an effective assertion of identity or a transitory marketing trick? Place Branding and Public Diplomacy, 2(3), 183-94.
Kavaratzis, M. (2005). Place branding: a review of trends and conceptual models. Marketing Review, 5(4), 329–342.
Kompas TV. (2015). Rumah Mewah Milik Gelandangan. https://www.youtube.com/watch?v=2ek_ad255BU
Liputan6.com. (2017a). Bupati Brebes Sakit Hati Desa Grinting Disebut Kampung Pengemis. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/regional/read/2992807/bupati-brebes-sakit-hati-desa-grinting-disebut-kampung-pengemis
Liputan6.com. (2017b). Warga Desa Grinting Brebes Melawan Stigma Kampung Pengemis.
Moser, M. (2006). United We Brand : Menciptakan Merek Kohesif yang Dilihat, Didengar, dan Diingat. Penerbit Erlangga.
Neuman, W. L. (William L. (2011). Social research methods : qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Allyn & Bacon.
Papadopoulos, N. (2004). Place branding: evolution, meaning and implications. Place Branding and Public Diplomacy, 1(1), 36–49.
Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods : integrating theory and practice (Fourth). Sage.
Salamah, U.-, & Yananda, M. R. (2019). Constructing A Smart City Brand Identity: The Case of South Tangerang. Jurnal Komunikasi Indonesia, 7(3), 269–277. https://doi.org/10.7454/jki.v7i3.9776
Skinner, H. (2008). The emergence and development of place marketing’s confused identity. Journal of Marketing Management, 24(9/10), 915–928.
Sutedjo, A. C., Budiardjo, H., & Yurisma, D. Y. (2018). Perancangan destination branding desa kemiren berbasis budaya sebagai wisata desa adat. Jurnal ArtNouveau, 7(1).
Syukrillah, K. (2020). Desa Grinting Menuju Desa Pengemas. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/khairusyukrillah9858/5e1d4aee097f36312116d232/grinting-desa-pengemis-menuju-desa-pengemas
tribunnews.com. (2017). Sulitnya Perjuangan Warga Grinting Brebes Menghapus Julukan Kampung Pengemis.
Uzunoglu, E. (2016). Using social media for participatory city branding: The case of @cityofizmir, an instagram project. Global Place Branding Campaigns across Cities, Regions, and Nations, August, 94–116. https://doi.org/10.4018/978-1-5225-0576-1.ch005
Voorveld, H. A. M. (2019). Brand Communication in Social Media: A Research Agenda. Journal of Advertising, 48(1), 14–26. https://doi.org/10.1080/00913367.2019.1588808
Warnaby, G. (2009). Non-place marketing: transport hubs as gateways, flagships and symbols?”,. Journal of Place Management and Development, 2(3), 211–219.
Published
2021-11-16
How to Cite
Santoso, E., & Prastyanti, S. (2021). STRATEGI WARGA DESA MELAWAN STIGMA DENGAN MEDIA SOSIAL. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 25(1), 54-65. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v25i1.151