Kondisi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

  • Yayat D. Hadiyat Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar
Keywords: ICT Infrastructure, Infrastruktur TIK, infrastruktur, infrastructure, geography, geografi, ICT, TIK

Abstract

Geographical conditions and the vast area of Indonesia make it difficult to development of ICT infrastructure. Southeast Maluku district is one of the districts the form of islands that succeeded in the development of ICT with ICT-Pura awarded in 2011. Although successful in the development of ICT, in its development, there are some obstacles. This study is a qualitative study aimed to describe the condition of ICT infrastructure and the problems encountered in the development of ICT in Kabupaten Maluku Tenggara Barat. The data collection methods used were interviews, direct observation, and documentation. Results showed that Kabupaten Maluku Tenggara Barat has had a good ICT Infrastructure through the universal service obligation (USO). There are some problems faced by the local government and has made a road map for the development of ICT as a reference in the development of ICT. The recommendation of this study include equity necessary ICT infrastructure in other districts because ICT infrastructure being concentrated in Saumlaki and Larat. Coordination and consultation between needs to be improved. The quality and quantity of human resources field of communication and information needs to be increased.

 Keywords: infrastructure, geography, information and communication technology

 

ABSTRAK

Kabupaten Maluku Tenggara merupakan salah satu kabupaten yang berbentuk kepulauan yang berhasil dalam pengembangan TIK dengan memperoleh penghargaan ICT-Pura pada tahun 2011. Meski berhasil dalam pengembangan TIK, dalam perkembangannya ada beberapa kendala yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi infrastruktur TIK dan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan TIK di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara Barat telah memiliki infrastrutur TIK yang cukup baik melalui program kewajiban pelayanan universal (KPU)/universal service obligation (USO). Ada beberapa permasalahan yang dialami oleh pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan telah membuat road map pembangunan TIK sebagai acuan dalam pengembangan TIK. Adapun rekomendasi dari penelitian ini antara lain perlu pemerataan sarana dan prasarana TIK di kecamatan lain karena infrastuktur TIK hanya terpusat di Saumlaki dan Larat. Koordinasi dan konsultasi baik itu dengan antar instansi Kominfo kabupaten/kota se-Maluku dengan Kominfo Provinsi Maluku maupun Kementerian Kominfo perlu ditingkatkan. Kualitas dan kuantitas SDM aparatur bidang komunikasi dan informatika perlu ditingkatkan lagi.

Kata Kunci: infrastruktur, geografis, teknologi informasi dan komunikasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bappenas, 2009. Kebijakan Pengembangan TIK di Era Konvergensi diakses dari laman http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/105495-%5B_Konten_%5D-Konten%20C7024.pdf

BPS, 2012. Kabupaten Maluku Tenggara Barat dalam Angka Tahun 2012. Saumlaki: CV. Aman Jaya

Costello, J. B., 2000. Education: The fuel for tech’s golden age. Electronic Business, 26 (11), 20.

Dilli, K.T., 1997. Basics of Library and Information Science, New Delhi: Vikas.

Dewan, Sanjev., Riggins, Frederick J., 2005. The Digital Divide: Current and Future Research Directions. Journal of the Assosiation for Information System.

Depdiknas, 2003. Standar kompetensi mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi SMA dan MA. Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.

DOTForce, 2001. Global Bridges, Digital Opportunities. Draft report of the G8’s Digital Opportunities Taskforce (DOTForce) Consultations, April 2001.

Hadiyat, Yayat D., 2014. Analisis kesenjangan Digital di Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Wakatobi). Jurnal Pekommas BBPPKI Makassar volume 17 Nomor 2. Agustus 2014.

Jenkins, J., 2005. Teaching for tomorrow the changing role of teachers in the connected classroom, Consultancy in Distance Education EDEN 2005 Open Classroom Conference (March 2009). Diakses dari laman http://edci336.wikispaces.com/file/view/changingrolesofteachers.pdf

Laudon, C., 2005. Information technology: Concepts and Issues, Massachussets: Boyd &Fraser (March 2008).

Mamaghani, Farrokh., 2010. The Social and Economic Impact of Information and Communication Technology on Developing Countries: An Analysis. International Journal of Management Vol. 27 No. 3 Part 2 Dec 2010.

Moleong, Lexy, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution, S., 2003. Metode Research: Penelitian Ilmiah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Pitke, M., 2007. The Internet in Developing Countries: Issues and Alternatives. Tata Institute of Fundamental Research. Diakses dari laman: http://www.isoc.org/inet95/proceedings/PAPER/050/ps/paper.ps

Salman, A. and M.S. Hasim, 2011. Internet Usage in a Malaysian Sub-Urban Community: A Study of Diffusion of ICT Innovation. The Innovation Journal: The Public Sector Innovation Journal, 16(2). Diakses dari laman http://www.innovation.cc/case-studies/salman%20hasim_internet_usage_sub-urban_community5rvsd1final_v16i2a8.pdf

World Bank., 1999. Knowledge for Development. World Development Report 1998–99. Oxford: Oxford University Press.

Published
2014-10-19
How to Cite
Hadiyat, Y. D. (2014). Kondisi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 18(2), 103 - 116. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v18i2.13