@article{Laila_2015, title={Eksistensi Media Tradisional Sebagai Media Informasi Publik}, volume={19}, url={http://jurnal-p2kp.id/index.php/jp2kp/article/view/28}, DOI={10.46426/jp2kp.v19i2.28}, abstractNote={<p><em>Research of existence of traditional media as publik information media be held in South and Central</em><br><em>Kalimantan. The goal is to discover the existence of performance traditional media as publik information</em><br><em>media and the suitable model and information for the audience. This research using a qualitative approach</em><br><em>with constructivist paradigm. The research method used case study to answer potency of traditional people</em><br><em>performance, which suitable for publik information as publik information media and messages according to</em><br><em>audience tastes. The result showed that people performance media in South and Central Kalimantan are</em><br><em>pretty much could be as publik information media, the existing performance media in South Kalimantan are</em><br><em>Madihin, Bapantun, Mamanda dan Wayang. And Central Kalimantan are Keringat and Deder. The suitable</em><br><em>information will be presented by many media performances according to character of the audience. If the</em><br><em>audience are young people, it will be presented about drug and alcohol prohibition and also if the audience</em><br><em>are adult it will be presented about family, politics etc. Meanwhile, the model performances of traditional</em><br><em>media loved by audiences is a story theme, such as art combination with some song lyrics and dangdut. So, it</em><br><em>has to be suitable to the audiences preference, and also the time dimension since traditional media still exist</em><br><em>and can be used as publik information media, it should be as society information group, which institution</em><br><em>builder not only by the ministry of tourism or tourism department, but also by the ministry of ICT or ICT</em><br><em>department in every regions.</em><br><em><strong>Keywords:</strong> Existence, Traditional Media, Publik Information</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian eksistensi media tradisional sebagai media informasi publik dilakukan di wilayah Kalimantan<br>Selatan dan Kalimantan Tengah. Tujuannya untuk mengetahui eksistensi media pertunjukkan tradisional<br>sebagai media informasi publik dan informasi apa yang dianggap tepat bagi penonton. Penelitian ini<br>menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Metode penelitian menggunakan studi<br>kasus untuk menjawab potensi media pertunjukkan rakyat tradisional manakah yang cocok sebagai media<br>informasi publik dan pesan-pesan apa saja yang dianggap tepat sesuai selera penonton. Hasil penelitian<br>diketahui bahwa media pertunjukkan rakyat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah cukup banyak<br>yang dapat dijadikan sebagai sarana informasi publik, hanya saja yang eksis untuk di Kalimantan Selatan<br>yakni Madihin, bapantun, mamanda dan wayang, Sedangkan di Kalimantan Tengah yakni Kerungut dan<br>Deder, Informasi yang cocok disajikan melalui melalui media pertunjukkan rakyat beragam, sesuai dengan<br>krakter penontonnya. Bila penontonnya anak-anak muda, masalah larangan narkoba, minuman keras tetapi<br>bila penontonnya orang tua atau dewasa informasi tentang keluarga, politik dan lain sebagainya. Karene itu<br>media tradisional yang masih eksis dan dapat dijadikan sebagai media informasi publik, hendaknya bisa<br>dijadikan sebagai kelompok informasi masyarakat, yang pembinaannya tidak saja dari kementerian<br>pariwisata atau Dinas pariwisata, tetapi juga dari Kementerian Kominfo atau Dinas Komunikasi dan<br>inforamatika yang ada di daerah masing-masing.<br><strong>Kata Kunci :</strong> Eksistensi, Media Tradisional, Informasi Publik</p&gt;}, number={2}, journal={Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan}, author={Laila}, year={2015}, month={Oct.}, pages={63 -} }