Kapasitas Aparatur Desa di Kalimantan Selatn dalam Menjalankan Tata Kelola Keuangan Desa Berdasarkan UU No.6/2014 Tentang Desa

(Study Pengelolaan Dana Desa Berbasis TIK)

  • A Misbahruddin

Abstract

ABSTRACT


The main goals of research is to know the ability of village officers in operationalizing ICT for village fund management and obstacles in operationalizing ICT. This research uses qualitative method, and data sample using purposive approach, with village are get funding assistance from the state budget of 1 billion. Each district one sub-district, then set 1 village as a sample of research. Informants were determined purposively each village taken 4 people The results of the ability of village officials to operationalize ICT for public services and processing of village fund administration reports is sufficient. The indicators are seen from the running of public servants well and smoothly, among others the making of various letters and reporting of village fund administration. However, the application of the Village Fund's Financial System Application to village fund management has not been able and is currently in the learning stage. Obstacles indentified of technical aspects of the limited facilities and infrastructure ICT, such as computers and laptops, computer errors, virus problems, frequent power outages PLN. The regency/city government should try to improve the quality of professional village personnel, especially the mastery of Financial System Application of Village Funds) through technical consule and assistance from various parties as well as the provision of public service facilities, one of which is through the provision of internet network in all villages.


ABSTRAK


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan aparat desa dalam mengoperasionalkan TIK untuk pengelolaan dana desa dan hambatan dalam mengoperasionalkan TIK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, lokasi di Kalimantan Selatan ditentukan secara purposive yaitu setiap desa yang mendapat bantuan dana desa dari APBN sebesar 1 Milyar. Setiap kabupaten satu kecamatan, selanjutnya ditetapkan 1 desa sebagai sampel penelitian. Informan ditentukan secara purposive setiap desa diambil 4. Hasil penelitian kemampuan aparat desa mengoperasionalkan untuk pelayanan publik dan pengolahan laporan administrasi dana desa cukup memadai, indikatornya dilihat dari berjalannya pelayan publik dengan baik dan lancar, antara lain pembuatan berbagai surat keterangan dan pelaporan administrasi dana desa. Namun penerapan Aplikasi Sistem Keuangan Dana Desa untuk pengelolaan dana desa masih belum mampu dan sekarang ini dalam tahap pembelajaran. Hambatan  terindetifikasi yaitu aspek teknis yaitu terbatasnya sarana dan prasarana TIK, seperti perangkat komputer dan laptop, komputer error, gangguan visus, seringnya pemadaman aliran listrik PLN. Hendaknya pemerintah kabupaten/kota berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas SDM aparatur desa yang profesional, khususnya  penguasaan Aplikasi Sistem Keuangan Dana Desa) melalui Bimtek dan pendampingan dari berbagai pihak juga penyediaan  fasilitas layanan publik, salah satunya melalui penyediaan jaringan internet di semua desa-desa.


Kata kunci: tata kelola, keuangan desa, dana desa, TIK, apartur desa


 

References

Achmad Gunawan, 2006 “Memberdayakan Masyarakat Dengan Informasi”, Jurnal Komunikasi. Vol.
Budhirianto, S., 2010. Efektivitas E- Goverment Dalam Melaksanakan Fungsi Pelayanan Publik di Provinsi Jawa Barat dan Banten .Jurnal Penelitian Komunikasi, Vol 13 No 2 Tahun 2011, Departemen Komunikasi dan Informatika RI Badan Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Bandung, hal 55 -70.
Charalabidis, Y, .Gionis, G., Lampathaki, F., Askounis, .D., Metaksiotis, K., 2006, Organizing Municipal e-Goverment System A Multi-Facet Taxonomy of eServices for Citizen and Businesses, DEXA eGov Conference.Krako. Poland.
Erliana H, 2005, Komunikasi Pemerintahan, Bandung, PT, Refika Aditama.
Jalaluddin R, 1991, Psikologi Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya
Jalaludin R, 1989, Metode Penelitian , Bandung, CV Remaja Karya.
Kuper, A., & Kuper, J., 2006 “Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial”, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000.
Muzayyin Mashub, 2004, Makalah Implementasi dan Implikasi Kebebasan Memperoleh Informasi Dalam Negarta Demokrasi, Jakarta Lembaga Informasi Nasional.
Nurudin, 2007. “Pengantar Komunikasi Massa”, PT Raja Grafindo, Jakarta.
Onong U, E., 1986 “Dinamika Komunikas”i, CV Remaja Karya, Bandung,
Pius A. Partanto, 1994. “Kamus Istilah Populer” , Arkola, Surabaya,
Salahuddin, 1999. “Peranan dan Aplikasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Menuju Masyarakat Berbasis Informasi” , Jakarta
Sardjono C. dan Pawito, 1987.“Teori-teori Komunikasi”, Sebelas Maret University Press, Surakarta.
Sunarjo & Djoenaesih S. Sunarjo, 1983 “Himpunan Istilah Komunikasi”, ed. Ke-2, Liberty, Jogjakarta.
Sahdan Garis dkk, 2004 Buku Suku Pedoman Alokasi Dana Desa Yogyakarta : FPPD
Poerdarminta, W.J.S. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
TKTI, 2004, Teori Personal-Capability Maturity Mode Jakarta : Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Wisisitiono, Sadu dan Irwan Tahir.2006, Prospek Pengembangan Desa Jatinangor. Fokus Media.
Wijaya, Haw. 2004. Otonomi Desa Merupakan Otonomi Yang Aslui, Bulat dan Utuh, Jakarta PT. Raja Grafindo Persada.
Widjaja, A.W., 1993 “Komunikasi Hubungan Masyarakat”, Jakarta, Bina Aksara, Jakarta,
West, R.; Turner, L. H., 2008 “Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi”, Humanika, Salemba.
Published
2017-10-24
How to Cite
MISBAHRUDDIN, A. Kapasitas Aparatur Desa di Kalimantan Selatn dalam Menjalankan Tata Kelola Keuangan Desa Berdasarkan UU No.6/2014 Tentang Desa. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan, [S.l.], v. 21, n. 2, p. 127 - 135, oct. 2017. ISSN 2527-693X. Available at: <http://jurnal-p2kp.id/index.php/jp2kp/article/view/70>. Date accessed: 18 aug. 2018.