Sikap Masyarakat Terhadap Tayangan Kekerasan di Televisi Swasta

  • Hartiningsih Hartiningsih Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Banjarmasin
Keywords: Response, Violence show, Respon, Acara Kekerasan, tayangan kekerasan, televisi, TV, television, Private TV Company, perusahaan TV Swasta

Abstract

Study of public response to the violence on private televisions show has been done in Banjarmasin. The goal of study was to know public response by cognitive view and affective. By quantitative and descriptive analyzes, the result of study indicated that knowledge society to violence is too significant. Long duration and intensity to watch daily program television such news, entertainment, etc, not only create knowledge society to diversity and violence cases, but also emotional between agree and disagree to violence on television. Television show in news, not pared in detail, vulgar, and insistently, get positif response by public. Because television had power of penetration, easy to be understood, so the management of television program should be wise and not establishing violence as the main program (submissive to the law).

Keywords: Response , Violence Show, Television, Private TV Company

 

ABSTRAK

Penelitian sikap masyarakat terhadap tayangan kekerasan di televisi swasta dilakukan di Kota Banjarmasin. Tujuannya untuk mengetahui sikap masyarakat dilihat dari sudut kognisi maupun afeksi terhadap tayangan kekerasan di televisi. Melalui metode survey  dengan analisis deskriptif hasil penelitian mengindikasikan bahwasanya pengetahuan masyarakat terhadap tayangan kekerasan di televisi sangat signifkan. Durasi menonton yang cukup lama degan intensitas menonton yang juga sangat sering (setiap hari) melalui berbagai program, seperti  berita, film, sinetron, sebagainya, bukan saja membentuk  pengetahuan (mampu mengingat dan menjelaskan) terhadap aneka ragam dan bentuk kasus kekerasan, tetapi juga membentuk sikap emosional antara setuju dan tidak setuju pada tayangan kekerasan. Tayangan dalam bentuk pemberitaan yang obyektif, apa adanya, tidak rinci, vulgar, dan tidak ditayang ulang berkali-kali mendapat respon positif dari masyarakat. Sebaliknya, tayangan yang berulang–ulang, terkesan sensasional, dimuat dalam kemasan lain dengan waktu tayangan lama (berminggu), dibenci/tidak disetujui masyarakat. Karena televisi memiliki daya penetrasi mudah dimengerti dan dipahami, maka sudah seharusnya pengelola tevisi berlaku bijak, tidak menjadikan kasus  kekerasan sebagai bagian tayangan utama untuk mendongkrak rating, (patuh pada undang-undang yang berlaku)

Kata Kunci: Sikap, Tayangan Kekerasan, Televisi, Perusahaan TV Swasta

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Hartiningsih Hartiningsih, Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Banjarmasin

Penulis merupakan Peneliti Utama BPPKI Banjarmasin

References

Arifin Anwar, 2010. Opini Publik, Jakarta : Gramata.

Amir Effensi Siregar, 2013. Konglomerasi dan Independensi Media Jelang Pemilu, 2014 (Makalah)

Darwanto, 2005. Televisi Sebagai Media Pendidikan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Dja’ far Assegaf, 1983 Jurnalistik Masa Kini Pengatar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta : Ghalia Indonesia.

Dedy Drajat, 2007. Pola Menonton dan Persepsi Masyarakat Terhadap tayangan Kekerasan dan Pornografi di Televisi (Survey Kota Mataram dan Denpasar), Jurnal Penelitian dan Pem,bangunan Komunikasi dan Informatika, no 49, Badan Litbang Sumber daya Manusia, Jakarta : Departemen Komunikasi dan Informatika.

Hartiningsih, 2011. Efek Tayangan Kekerasan/Kriminalitas Terhadap Penyimpangan Perilaku Anak (Studi kasus di Lembaga Pemasyarakat Anak Kalimantan Selatan di Martapura (Tesis)

Hartiningsih & Hamdani, 2013. Sikap dan Perilaku Anak Terhadap Tayangan Sinetron. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol. 16 no 3. Banjarmasin : Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Banjarmasin.

Nasa’i, 2002. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Masyarakat Terhadap penyembuhan Penyakit Paru (Skrepsi)

Saifudin, 2013. Sikap Masyarakat terhadap Tempat Pembuangan Sampah (TPST) Di Kelurahan Sungai MIAI Kecamatan Banjar Utara. Banjarmasin : Balai Pengakian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika , Vo, 16 No : 3 Banjarmasin

Sunarto, 2009. Televisi, Kekerasan, Perempuan, Jakarta :Kompas

Topohudoyo, 1996. Televisi dan Implikasinya Terhadap Perilaku Anak, Jurnal IPTEK-Kom (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikas). Edisi 1, Yogyakarta : Balai Penelitian Pers dan Pendapat Umum.

Werner J. Severin-James W. Tankard, Jr, 2005. Teori Komunikasi, Sejarah, Metodologi dan Terapan di Dalam Media Massa, Jakarta : Prenada Media.

Anomin, Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, dan Kode Etik Jurnalistik, Jakarta : Sinar Grafika

Anomin, PP No.50 Tahun 2005, Tentang Penyelenggaraan Penyiaran Swasta, Jakarta : Sinar Grafika

Anonim, Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Anonim. Data KPI (2012).

Published
2014-02-19
How to Cite
Hartiningsih, H. (2014). Sikap Masyarakat Terhadap Tayangan Kekerasan di Televisi Swasta. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 17(3). https://doi.org/10.46426/jp2kp.v17i3.4