Cyberbullying dan Sikap Pelajar di Kota Medan

  • Ressi Dwiana Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Medan Area

Abstract

ABSTRACT
This study examines how strong internet' influence is regarding to intensity and appeal of the message to the attitudes of senior high school students in relation to cyberbullying. Reflecting on some cases abroad and also in Indonesia, can be assumed that the phenomenon of bullying is able to affect the attitudes of students who are searching for their identity related to their beliefs, life meaning, and life purpose. This study uses explanatory survey with a target population of high school’s students in the city of Medan. Sampling technique using simple random sampling with proportional allocation. The research shows that there is linier relation between cyberbullying and students behaviour in Medan.
Keywords: cyberbullying, teenager, behaviour


ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji seberapa besar pengaruh internet menyangkut intensitas dan daya tarik pesannya terhadap sikap pelajar SMA dalam kaitannya dengan cyberbullying. Bercermin pada beberapa kasus-kasus di luar negeri dan juga dalam negeri dapat diasumsikan bahwa fenomena bullying dapat mempengaruhi sikap pelajar yang sedang mencari identitas diri yang berkaitan dengan keyakinan, pencarian makna kehidupan, dan tujuan hidup. Penelitian ini menggunakan metode survey eksplanatori dengan populasi sasaran pelajar SMA Negeri di Kota Medan. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan alokasi proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang linier antara cyberbullying dan sikap remaja di kota Medan.
Kata kunci: cyberbullying, remaja, perilaku

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ressi Dwiana, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Medan Area
Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area; mahasiswa program doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia

References

Bagdikian, B. H. (2004). The New Media Monopoly. Boston: Beacon Press.

Eurobarometer. (2008). Towards a Safer Use of the Internet for Children in the EU-A Parents' Perspective. [internet]. Tanpa kota: European Commission. Tersedia dalam <http://ec.europa.eu/public_opinion/flash/fl_248_en.pdf> [diakses 22 Agustus 2016].

Internet World Stats. (2015). Internet Users in Asia June 2016. [internet]. Tanpa kota: Internet World Stats. Tersedia dalam <http://www.internetworldstats.com/stats3.htm#asia> [diakses 22 Agustus 2016].

Jennings, W. G. (2016). The Encyclopedia of Crime and Punishment. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Manesini, dkk. Morality, values, traditional bullying, and cyberbullying in adolescence. British Journal of Developmental Psychology. Vol. 31, 2013, pp. 1.

Merdeka.com. (2013). Polri Belum Tuntaskan 833 Kasus Cybercrime di 2013. [internet]. Jakarta: Merdeka.com. Tersedia dalam <http://www.merdeka.com/peristiwa/polri-belum-tuntaskan-833-kasus-cyber-crime-di-2013.html> [diakses 22 Agustus 2016].

Patchin, J. W. & Hinduja, S. (2012). Cyberbullying Prevention and Response. New York: Routledge.

Singarimbun, M. & Effendi, S. (1995). Metode Penelitian Survei. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Unicef. (2014). Studi Terakhir: Kebanyakan Anak Indonesia Sudah Online, Namun Masih Banyak yang Tidak Menyadari Potensi Resikonya. [internet]. Jakarta: Unicef. Tersedia dalam <http://www.unicef.org/indonesia/id/media_22169.html> [diakses 22 Agustus 2016].

We are Social. (2015). Global Statshot: August 2015. [internet]. Singapore: We are Social. Tersedia dalam <http://wearesocial.com/sg/special-reports/global-statshot-august-2015> [diakses 10 Agustus 2016].

Published
2017-03-07
How to Cite
Dwiana, R. (2017). Cyberbullying dan Sikap Pelajar di Kota Medan. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 20(2), 99 - 108. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v20i2.3