Difusi Inovasi Pengolahan Lahan Basah Tanpa Bakar di Kalimantan Tengah

  • Rani Diah Anggraini Biro Protokol dan Komunikasi Publik Setda Provinsi Kalimantan Tengah
Keywords: Peat Restoration, Land Processing, Burning, Without Burning, Diffusion of Innovation, Restorasi Gambut, Land Restoration, Pengeloahan lahan tanpa bakar, Difusi Inovasi

Abstract

The haze disaster that hit the Central Kalimantan and surrounding areas in 2015 had a broad impact on various fields of life, such as economics, health, and education. The government prohibits land clearing by burning and launching a peat restoration program to prevent the occurrence of the smog haze again while restoring degraded peat ecosystems. However, the diffusion of innovations in peat restoration programs carried out by BRG in which there is PLTB program must deal with the habit of burning land that has been carried out for generations. The study about the process of diffusion of innovations in PLTB program in Central Kalimantan used a qualitative descriptive approach with a case study method. The face-to-face interpersonal communication channel is the main communication channel of the BRG in the process of diffusion of innovation in PLTB program and is considered the most effective. BRG maximizes the role of opinion leaders and change agents as a source of information. BRG also improved the function of Fasdes and established intensive communication with peatland farmers through the WhatsApp group to overcome uneven internet network constraints.

Keywords: Peat Restoration, Land Processing without Burning, Diffusion of Innovations

 

ABSTRAK

Bencana kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya pada tahun 2015 berdampak luas pada berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Pemerintah melarang pembukaan lahan dengan membakar dan mencanangkan program restorasi gambut untuk mencegah bencana kabut asap kembali terjadi sekaligus mengembalikan ekosistem gambut yang terdegradasi. Namun, difusi inovasi program restorasi gambut oleh BRG di mana terdapat program PLTB harus berhadapan dengan kebiasaan membakar lahan yang telah dilakukan masyarakat secara turun-temurun. Penelitian tentang proses difusi inovasi program PLTB di Kalimantan Tengah ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Saluran komunikasi interpersonal secara tatap muka menjadi saluran komunikasi utama BRG dalam proses difusi inovasi program PLTB dan dinilai paling efektif. BRG memaksimalkan peran pemuka pendapat dan agen-agen perubahan sebagai sumber informasi. BRG juga meningkatkan fungsi Fasdes dan menjalin komunikasi intensif dengan petani-petani lahan gambut melalui grup WhatsApp untuk mengatasi kendala jaringan internet yang belum merata.

Kata kunci: Restorasi Gambut, Pengolahan Lahan Tanpa Bakar, Difusi Inovasi

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Rani Diah Anggraini, Biro Protokol dan Komunikasi Publik Setda Provinsi Kalimantan Tengah

Biro Protokol dan Komunikasi Publik Setda Provinsi Kalimantan Tengah

References

Aprilianto, Deby Febriyan (2016). Inovasi dalam Sektor Publik: Studi Kasus Proses Difusi Inovasi Aplikasi SIMPUS di Kota Yogyakarta. Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Ardianto, Elvinaro; Komala, Lukiati; & Karlinah, Siti (2004). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Cetakan Kedua. Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Brg.go.id (8 Maret 2018). Lestari, Perempuan Pejuang Anti Bakar Lahan dari Sebangau Jaya. [Online]. Tersedia dalam: <https://brg.go.id/lestari-perempuan-pejuang-anti-bakar-lahan-dari-sebangau-jaya/> diakses pada 29 Agustus 2019 pukul 00.37 WIB.

Cangara, Hafied (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi. Edisi Revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Communications Network and Asibey Consulting (2008). Are We There Yet? A Communications Evaluation Guide. The Communication Network. [Online]. Tersedia dalam: <https://www.lumina foundation.org/files/resources/arewethereyet.pdf.> diakses pada 14 Maret 2018 pukul 19.15 WIB.

Creswell, John W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

De Vries, Hanna; Bekkers, Victor; and Tummers, Lars (2014). Innovation in the Public Sector: A Systematic Review and Future Research Agenda. Speyer: EGPA Conference.

Elena, Maria and Lawrence, Kincaid (2002). Communication for Social Change: An Integrated Model For Measuring the Process and Its Outcomes. New York: Rockefeller Foundation.

Flew, T. (2002). New Media: An Introduction. Melbourne: Oxford University Press.

Guswandani, Dini (2017). “Pendekatan Edukasi dalam Program Kampanye “Tanya Saya” BPJS Ketenagakerjaan.” Jurnal Visi Komunikasi, Vo. 16(1): 91-110.

Harahap, Dolly Kuswara; Yoza, Defri; dan Oktorini, Yossi (2017). “Strategi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Berdasarkan Persepsi Masyarakat di Desa Dayun Kabupaten Siak.” JOM Faperta UR, Vol. 4(1): 1-11.

Hardjana, Agus M. (2003). Komunikasi Intrapersonal dan Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius.

Husna, Nailul (2017). “Dampak Media Sosial terhadap Komunikasi Interpersonal Pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”. Libria, Volume 9, No. 2, Halm. 183-196.

Kalteng Pos (7 Februari 2019). Belajar Restorasi Gambut Sejak Dini. Halm. 7.

Levis, Leta Rafael (1996). Komunikasi Penyuluhan Pedesaan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Littlejohn, Stephen W. and Foss, Karen A. (2010). Theories of Human Communication. 10th ed. Long Grove, Illinois: Waveland Press, Inc.

McQuail, Denis (2011). Teori Komunikasi Massa McQuail. Edisi 6 (Buku 1). Terjemahan oleh Putri Iva Izzati. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

Nababan, Sintar (2014). Pengaruh Dalihan Na Tolu dan Karakteristik Petani dalam Proses Difusi Inovasi Kopi di Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara. Disertasi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Nurkholis, A.; Rahma, A. D.; Widyaningsih, Y.; Maretya, D. A.; Wangge, G. A.; dan Abdillah, A. (2016). Analisis Temporal Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Tahun 1997 dan 2015: Studi Kasus Provinsi Riau. [Online]. Tersedia dalam: <https://osf.io/preprints/inarxiv/cmzuf/> diakses pada 2 September 2018 pukul 07.13 WIB.

Onrizal (2005). “Pembukaan Lahan Dengan dan Tanpa Bakar.” e-USU Repository. [Online]. Tersedia dalam: <https://www.researchgate.net/publication/42320175_Pembukaan_Lahan_Dengan_Dan_Tanpa_Bakar> diakses pada 25 September 2018 pukul 19.09 WIB.

Pertiwi, P. R. dan Saleh A. (2010). “Persepsi Petani tentang Saluran Komunikasi Usahatani Padi.” Jurnal Komunikasi Pembangunan, Vol. 8(2): 46-61.

Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah.

Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah.

Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 49 Tahun 2015 tentang Pencabutan atas Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah dan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekarangan bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah.

Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut

Provinsi Kalimantan Tengah (2015). “Penanganan Kabut Asap di Kalimantan Tengah.” Laporan Gubernur Kalimantan Tengah pada Kunjungan Presiden RI ke Provinsi Kalimantan Tengah tanggal 31 Oktober 2015. Palangka Raya: Satgas TD Bencana Karhutla Kalteng.

Rakhmat, Jalaluddin (2003). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ramdhan, Muhammad (2017). “Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Kebijakan Restorasi Lahan Gambut di Kalimantan Tengah.” Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, vol. 4(1): 60-72.

Rangkuti, Syahnan (2018). “Mengolah Gambut Tanpa Kabut.” Kompas Edisi 10 Juli 2018, halm. 20.

Rochimah, Tri Hastuti Nur (2009). “Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Sosial Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Menurunkan Angka Diare di Kabupaten Kulonprogo”. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 6(1): 65-85.

Rogers, Everett M. (2003). Diffusion of Innovations. 5th ed. New York: The Free Press.

Sahin, Ismail (2006). “Detailed Review of Roger’s Diffusion of Innovations Theory and Educational Technology-Related Studies Based on Roger’s Theory.” The Turkish Online Journal of Educational Technology (TOJET). Vol. 5 Issue 2 Article 3.

Savitri, Mila (2018). Proses Adopsi Program Pendewasaan Usia Perkawinan pada Remaja: Studi Deskriptif Kualitatif tentang Proses Adopsi Program Pendewasaan Usia Perkawinan pada Siswa SMA Negeri 1 Srandakan melalui PIK-R Wijaya Kusuma pada Tahun 2017. Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Septiarani, F.K. Bella (2016). Analisis terhadap Kebijakan Indonesia dalam Penanggulangan Bencana Kabut Asap Lintas Batas Negara Tahun 2015. [Online]. Tersedia dalam: <http://repository.bakrie.ac.id/1102/37/00%20Cover.pdf> diakses pada 2 September 2018 pukul 07.14 WIB.

Sucahya, Media dan Surahman, Sigit (2017). “Difusi Inovasi Program Bank Sampah: Model Difusi Inovasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah Alam Lestari di Kota Serang Provinsi Banten.” Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 8(1): 63-79.

Suciati (2017). Teori Komunikasi dalam Multi Perspektif. Yogyakarta: Buku Litera.

Suhartini (2009). “Kajian Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.” Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009, Halm. 206-218.

Toha, Muharto (2009). Model Komunikasi Difusi Inovasi Briket Batu Bara. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Gama Media.

Triwibowo, Dionisius Reynaldo (2016). “Cari Cara Tanam Tanpa Bakar: Takut Ditangkap, Petani Ladang di Kalteng Belum Berani Tanam.” Kompas Edisi 10 Oktober 2016, halm. 21.

Published
2020-05-30
How to Cite
Anggraini, R. D. (2020). Difusi Inovasi Pengolahan Lahan Basah Tanpa Bakar di Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 24(1), 23 - 45. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v24i1.113