Representasi Ketidakadilan Gender Dalam Konstruksi Pemeberitaan Media Daring tribunnews.com

  • Meryana Micselen Doko University of Nusa Cendana
Keywords: Representation, Gender Inequality, Media, Online Media, Women, Perempuan, Representasi, Ketidakadilan Gender, Media Online, Media Daring, Tribunnews.com

Abstract

Violence against women is a very worrying phenomenon. Various treatments and forms of violence both physically and psychologically are often experienced by women. Not infrequently found, news about women adorns on online media news. But the sad thing is that there is a tendency of the media to commodify incidents of violence against women. What is highlighted is the sensation aspect, rather than the substance of the event. This can be seen from the use of language in writing news titles. As a result, example of using titles was seem sensational. Therefore, this article aims to map and uncover the representation of gender inequality in news coverage of online media “Trbunnewes.Com”. This article uses discourse analysis by Sara Mills's feminism model. Based on the results of the study, it found that online media have helped construct gender inequality in society. This can be seen from the media coverage that not only marginalizes women but can undermine the dignity of women as creatures of God. As an agent of social construction that defines reality, the online media “Tribunnews.Com” has built a false awareness in the community that various injustices relating to violence against women in society are a result of inattention and even "intentional" of the woman herself.
Keywords: representation, gender inequality, online media, women.


ABSTRAK
Kekerasan terhadap perempuan menjadi fenomena yang sangat menguatirkan. Berbagai perlakukan dan bentuk kekerasan baik fisik maupun psikis kerap dialami perempuan. Tidak jarang ditemukan, pemberitaan mengenai perempuan menghiasi halaman media online. Namun hal yang menyedihkan, ada kecenderungan media dalam melakukan komodifikasi peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap perempuan. Yang ditonjolkan adalah aspek sensasinya, ketimbang substansi kejadiannya. Hal ini terlihat dari pemakaian bahasa dalam penulisan judul berita-beritanya. Contohnya menggunakan judul yang terkesan sensasional. Karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dan membongkar representasi ketidakadilan gender dalam pemberitaan di media online “Tribunnews.Com”. Artikel ini menggunakan analisis wacana feminis menurut model Sara Mills. Berdasarkan hasil telaah ditemukan bahwa media online telah turut mengonstruksi ketidaksetaraan gender dalam masyarakat. Hal ini terlihat dari pemberitaan media yang tidak saja memarginalisasi kaum perempuan namun merendahkan harkat dan martabat perempuan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai agen konstruksi sosial yang mendefiniskan realitas, media online “Tribunnews.Com” telah membangun kesadaran palsu dalam masyarakat bahwa berbagai ketidakadilan berkenaan dengan kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat merupakan akibat dari ketidakhati-hatian dan bahkan “kesengajaan” dari perempuan itu sendiri.
Kata kunci: representasi, ketidakadilan gender, media online, perempuan.

References

Allan, S. (2004)., News Culture. Newyork: Open University Press

Abar, A.Z. (1998). Jurnalisme Yang Sensitif Gender Sebuah Konstruksi Teori. Yogyakarta: PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga.

Berger, P. L. & Luckmann, T. (1996). The Social Construction of Reality. New York: Penguin Books.

Bungin, B. (2007). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.

Bhasin, K. (1996). Menggugat Patriarki Pengantar Tentang Persoalan Dominasi Terhadap Kaum Perempuanâ€. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Comrie, M. & McMillan, K. (2013). Running on the Spot: NZ’s Record in News Media Gender Equity. Pacific Journalism Review, 19 (2) 2013, pp. 196-214.

Dosi, E. (2012). Media Massa dalam Jaring Kekuasaan. Maumere, Flores: Ledalero.

Eriyanto. (2011). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKIS : Yogyakarta.

Goodall, H. (2012). Media’s Influence on Gender Stereotypes. Journal. Media Asia, 39 (3), pp.160-163.

Fakih, M. (1998). Isu-Isu dan Manifestasi Ketidakadilan Gender. Yogyakarta: PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga.

Hartley, J. (2002). Communication, Cultural and Media Studies. London and New York: Rout;edge.

Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi. Yogyakarta: Kanisius.

Komnas Perempuan. (2018). Tergerusnya Ruang Aman Perempuan Dalam Pusaran Politik Populisme. Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan Jakarta, 7 Maret 2018.

Komnas Perempuan. (2019). Korban Bersuara, Data Bicara Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai Wujud Komitmen Negara. Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan Jakarta, 6 Maret 2019.

Littlejohn, S. (2002). Theories of Human Communication. Belmont, California: Wadsworth Publishing Company.

Murray, M. (1995). The Law of the Father? : Patriarchy In The Transition From Feudalism To Capitalism. London: Routledge.

Musta'in. (2013). Sisi Lain Perempuan Dalam Sorotan Media; Tinjauan Teori Kelompok Bungkam (Muted Group Theory-Mgt). JSGI, 04 (01), Agustus, pp. 65-73.

Narayana, U. R. (2015). Mainstreaming Women in News-Myth or Reality. Pragyaan: Journal of Mass Communication, 13 (1), June. pp. 22-26

Prabasmoro, A.P. (2007). Kajian Budaya Feminis Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Priyo, S.M. (1999). Eksplorasi Gender di Ranah Jurnalisme dan Hiburan Yogyakarta: LP3Y.

Reeves, H. & Baden, S. (2000). Gender and Development: Concepts and Definitions. Institute of Development Studies. Brighton, UK : University of Sussex.

Sunarto. (2010). Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8 (3), September, pp. 233-245.

Tranchese, A. & Zollo, S.A. (2013). The Construction of Genderbased Violence in the British Printed and Broadcast Media. Critical Approaches to Discourse Analysis across Disciplines, 7 (1), pp.141-163.

Internet:

Dama, A. (2014). Begini Cara Ayam Kampus Tutupi Identitasnya [internet]. Available from: <http://kupang.tribunnews.com/2014/12/12/begini-cara-ayam-kampus-tutupi-identitasnya> [Accessed 01 March 2019].

Sanjaya, A. (2026). Suami Gugat Cerai Karena Istri Minta Begituan Setiap 30 Menit Sekali, Leman Minum ini Tiap Malam [internet]. Available from <http://bogor.tribunnews.com/2016/09/05/suami-gugat-cerai-karena-istri-minta-begituan-setiap-30-menit-sekali-leman-minum-ini-tiap-malam> [Accessed 01 March 2019].

Published
2019-10-07
How to Cite
Doko, M. M. (2019). Representasi Ketidakadilan Gender Dalam Konstruksi Pemeberitaan Media Daring tribunnews.com. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 23(2), 95 - 108. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v23i2.107