Implementasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Dalam Penyelesaian Masalah Ujaran Kebencian Pada Media Sosial

  • Iman Amanda Permatasari Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Junior Hendri Wijaya Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstract

ABSTRACT


After the enactment of The Information and Electronics Transactions (IET) laws in Indonesia, there are certain limitations in terms of conveying something through social media, especially regarding hate speech. The purpose of this study is to find out how the implementation of the IET Law in solving hate speech problems on social media. The method used is the literature study method. The results of this study indicate that the implementation of the IET Law has been adjusted to the objectives of the 1945 Constitution, however, in solving the problem of hate speech, it is always bound to the rubber article, namely articles 27, 28 and 29 of the IET Law. This article seems to be a terrible scourge, even used as a means to take revenge, silence criticism, win a case or even become a political weapon. The suggestion from this study is for the government to review the contents of several articles and also sanctions against the perpetrators of hate speech.


 


Keywords: Implementation, the constitution of IET, Hate Speech, Social Media


 


ABSTRAK


Setelah diberlakukannya undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Indonesia, terdapat batasan-batasan tertentu dalam hal menyampaikan sesuatu melalui media social, terutama mengenai ujaran kebencian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi Undang-Undang ITE dalam penyelesaian masalah ujaran kebencian pada media sosial. Metode yang digunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan pengimplementasian undang-undang ITE sudah disesuaikan dengan tujuan Undang-Undang Dasar Tahun 1945,akan tetapi, di dalam penyelesaian masalah ujaran kebencian selalu terikat dengan pasal karet yaitu pada pasal 27, 28 dan 29 Undang-Undang ITE. Pasal ini seolah menjadi momok yang mengerikan, bahkan dijadikan sarana untuk membalas dendam, membungkam kritik, memenangkan suatu perkara atau bahkan menjadi senjata politik. Saran dari kajian ini adalah  agar pemerintah untuk mengkaji ulang isi dari beberapa pasal dan juga sanksi-sanksi terhadap pelaku ujaran kebencian.


Kata kunci: Implementasi, undang-undang ITE, Ujaran Kebencian, Media Sosial.


 

Author Biography

Junior Hendri Wijaya, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Jl. Brawijaya Tamantirto Kasihan Bantul, Indonesia Hp. 082326796566

References

Ahnaf, M. I. & Suhadi, (2014). Isu-isu Kunci Ujaran Kebencian (Hate Speech): Implikasinya terhadap Gerakan Sosial Membangun Toleransi. Jurnal Multikultural & Multireligius, XIII(3), p. 154.
Akib, H., (2010). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN: Apa, Mengapa, dan Bagaimana. Jurnal Administrasi Publik, 1(1), pp. 1-2.
AL-Khawarizmi, D. A., (2015). Fadli Rahim dan Pasal Karet UU ITE. [Online]
Available at: http://www.negarahukum.com/hukum/pasalkaretuuite.html
[Accessed 22 Agustus 2018].
Anwar, R., (2014). Hal-Hal Yang Mendasari Penerapan Kurikulum 2013. Humaniora, V(1), p. 99.
Ariyanti, H., (2018). 90 Persen anak muda di Indonesia gunakan internet untuk media sosial. [Online]
Available at: https://www.merdeka.com/peristiwa/90-persen-anak-muda-di-indonesia-gunakan-internet-untuk-media-sosial.html
[Accessed 20 Agustus 2018].
Atmaja, A. E., (2014). Kedaulatan Negara di Ruang Maya : Kritik UU ITE Dalam Pemikiran Satipto Rahardjo. JURNAL OPINIO JURIS , XVI(2), pp. 71-72.
Baidu, (2014). Jelajah Dunia Mobile di Indonesia. [Online]
Available at: https://www.slideshare.net/BaiduIndonesia/baidu-jelajah-dunia-mobile-di-indonesia-2014-41985027
[Accessed 25 Juli 2018].
Bohang, F. K., (2017). Indonesia 3 Besar Negara dengan Pertambahan Pengguna Internet Mobile. [Online]
Available at: https://tekno.kompas.com/read/2017/07/06/16180877/indonesia.3.besar.negara.dengan.pertambahan.pengguna.internet.mobile
[Accessed 28 July 2018].
Faisol, A., (2018). Tulis Ujaran Kebencian di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi. [Online]
Available at: https://regional.kompas.com/read/2018/03/09/16184341/tulis-ujaran-kebencian-di-facebook-pria-ini-ditangkap-polisi
[Accessed 3 Agustus 2018].
Febriyani, M., Sunarto & Husin, B. R., (2018). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PELAKU MELAKUKAN UJARAN KEBENCIAN (HATE SPEECH) DALAM MEDIA SOSIAL. Jurnal Poenale, VI(3), p. 9.
Firmansyah, M. J., (2018). KPAI: Tawuran Pelajar 2018 Lebih Tinggi Dibanding Tahun Lalu. [Online]
Available at: https://metro.tempo.co/read/1125876/kpai-tawuran-pelajar-2018-lebih-tinggi-dibanding-tahun-lalu
[Accessed 21 September 2018].
Geçer, A. K. & Gü mü s, A. E., (2010). Prediction of public and private university students‟ communication apprehension with lecturers. Procedia Social and Behavioral Sciences, 2(2), p. 3008–3014.
Gerintya, S., (2018). Periksa Data Betapa Kecilnya Peluang untuk Lepas dari Jerat UU ITE. [Online]
Available at: https://tirto.id/betapa-kecilnya-peluang-untuk-lepas-dari-jerat-uu-ite-cVUm
[Accessed 1 September 2018].
Hanan, S., (2017). Siswa SMP Meregang Nyawa Saat Tawuran. [Online]
Available at: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/09/15/siswa-smp-meregang-nyawa-saat-tawuran-409507
[Accessed 21 Agustus 2018].
Isnaeni, N., (2017). 5 Status di Media Sosial Berujung Pidana. [Online]
Available at: https://www.liputan6.com/news/read/3029350/5-status-di-media-sosial-berujung-pidana
[Accessed 02 Agustus 2018].
Khoirunnisa, (2018). Negara Ini Beri Sanksi Rp858 Miliar untuk Ujaran Kebencian. [Online]
Available at: https://selular.id/2018/01/negara-ini-beri-sanksi-rp858-miliar-untuk-ujaran-kebencian/
[Accessed 22 Agustus 2018].
kominfo, (2013). Kominfo : Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Orang. [Online]
Available at: https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker
[Accessed 21 Agustus 2018].
kompas, (2011). Tawuran: Tradisi Buruk Tak Berkesudahan. [Online]
Available at: https://edukasi.kompas.com/read/2011/12/23/10210953/tawuran
[Accessed 22 Agustus 2018].
Kusuma, A. B., (2018). Analisis Kriminologi dan Proses Penyelesaian Perkara, Yogyakarta: Ilmu Huku Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.
Kusuma, A. B., (2018). Skripsi Analisis Kriminologi Dan Proses Penyelesaian Perkara Pada Tindak Pidana Ujaran Kebencian Yang Dilakukan Oleh Anak Di Media Sosial Pada Tingkat Penyidikan, Yogyakarta: Program Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia .
Kusumawati, I., (2018). Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Yang Terkait Dengan Ujaran Kebencian , Yogyakarta: Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.
Latif, Z., (2017). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian (Hate Speech) Yang Menggunakan Media Elektronik Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia Tesis, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Nurharjadmo, W., (2008). Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda di Sekolah Kejuruan. Spirit Publik , IV(2), pp. 217-218.
Putri, N., (2018). Tinjauan Maqasid Shari‘Ah Terhadap Perlindungan Hukum Kebebasan Berpendapat Di Media Sosial Menurut Undangundang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Skripsi, Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel .
Putri, W. S., Nurwati, R. N. & Meilany, S. B., (2016). Pengaruh Media sosial terhadap perilaku remaja. Jurnal Prosiding Penelitian & Pengabdian Masyarakat, III(1), p. 31.
Ramadhan, A., (2012). Politik Ekonomi Generasi Muda Implementasi kebijakan Gerakan Kewirausahaan Nasional di Jawa Timur. Jurnal Politik Muda, II(1), pp. 2-3.
Rohman, F., (2016). Analisis Meningkatnya Kejahatan Cyberbullying Dan Hatespeech Menggunakan Berbagai Media Sosial Dan Metode Pencegahannya. Jakarta, Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri.
Sawitri, A. A., (2016). https://nasional.tempo.co/read/815609/disahkan-dpr-ini-lima-kelemahan-revisi-uu-ite/full&view=ok. [Online]
Available at: https://nasional.tempo.co/read/815609/disahkan-dpr-ini-lima-kelemahan-revisi-uu-ite/full&view=ok
[Accessed 24 Agustus 2018].
Soliha, S. F., 2015. Tingkat KetergantunganPengguna Media Sosial dan Kecemasan Sosial. Jurnal Interaksi, IV(1), p. 7.
Sudarno, A., (2017). Ki Gendeng Pamungkas Ditahan di Lapas Paledang Bogor. [Online]
Available at: https://www.liputan6.com/news/read/3014502/ki-gendeng-pamungkas-ditahan-di-lapas-paledang-bogor
[Accessed 03 Agustus 2018].
T, A. M. & Purwoko, B., 2018. Dalam Studi Kepustakaan Mengenai Landasan Teori Dan Praktik Konseling Expressive Writing. Jurnal BK UNESA, 8(1), pp. 3-4.
Tobing, R. L., (2010). Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementrian Hukum Dan Ham Ri. Laporan Akhir Penelitian Hukum Tentang Efektifitas Uu No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Zarella, D., (2010). The Social Media Marketing Book. Jakarta: T Serambi Ilmu Semesta Anggota IKAPI.
Published
2019-06-17
How to Cite
PERMATASARI, Iman Amanda; WIJAYA, Junior Hendri. Implementasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Dalam Penyelesaian Masalah Ujaran Kebencian Pada Media Sosial. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan, [S.l.], v. 23, n. 1, p. 27 - 41, june 2019. ISSN 2527-693X. Available at: <http://jurnal-p2kp.id/index.php/jp2kp/article/view/101>. Date accessed: 20 oct. 2019.